
Namanya Faruq, saat ini kelas 8 dan sedang berjuang untuk menghafal Al-Qur'an.
Pertama kali ia mengenal Yatim Mandiri (YM) adalah ketika ibunya mengajaknya les di sanggar. Dari sanalah ia mulai mengenal lebih dekat YM.
Tak lama kemudian, pembimbingnya menawarkan kesempatan beasiswa untuk anak yatim di ICMBS. Kesempatan itu langsung ia ambil demi masa depan yang lebih baik.
Kehidupan keluarganya tidak mudah. Ibunya bekerja membuka laundry untuk menghidupi ketiga anaknya, apalagi saat ayahnya sakit jantung dan tak lagi bisa bekerja.
Melihat perjuangan sang ibu, ia pun bertekad untuk belajar sungguh-sungguh dan terus berprestasi.
Salah satu prestasinya adalah meraih juara 2 lomba gerak jalan tingkat kabupaten. Namun mimpinya tidak berhenti di sana. Ia bercita-cita menjadi atlet voli, olahraga yang ia cintai dan ingin tekuni hingga bisa mengharumkan nama bangsa.
Kisahnya adalah bukti bahwa dari kerja keras dan doa, mimpi besar bisa tumbuh meski lahir dari keterbatasan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik