
A. Diko Rosyid adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.
Kehidupannya berubah sejak tahun 2015, ketika ayahnya wafat. Sejak itu, sang ibu berjuang keras mencari nafkah dengan berjualan gorengan dan nasi uduk keliling demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Diko pertama kali mengenal ICM melalui Sanggar. Kesempatan tinggal dan belajar di ICM menjadi hal yang sangat ia syukuri, karena bisa meringankan beban ibunya.
Ia merasa bahagia bisa berada di lingkungan yang mendukung, sambil terus belajar dan tumbuh lebih mandiri.
Cita-cita Diko adalah menjadi seorang nahkoda kapal. Ia berharap, dengan profesi itu, ia bisa membahagiakan ibunya dan membuat keluarganya bangga.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik