
Kehilangan Ayah Sejak SD, Aiq Bangkit Mengejar Cita-cita
Athoillah, yang akrab dipanggil Aiq, adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Sejak kecil ia tumbuh tanpa sempat mengenal salah satu kakaknya yang sudah wafat sebelum ia lahir.
Kehilangan itu menjadi bagian dari cerita keluarganya yang sederhana namun penuh keteguhan.
Ia mengenal ICMBS dari teman ibunya yang merupakan wali siswa angkatan 12.
Aiq sering teringat pada ayahnya yang wafat saat ia duduk di kelas 4 SD karena kemungkinan serangan jantung.
Kepergian ayah menjadi duka terdalam sekaligus ujian berat bagi keluarga, terutama dari sisi ekonomi. Dari situlah tekad Aiq semakin tumbuh untuk belajar lebih sungguh-sungguh.
Dulu saat SD, cita-cita Aiq sempat berubah-ubah: ingin jadi programmer, gamer, hingga youtuber. Namun setelah masuk ICMBS, ia menambahkan prioritas baru, yaitu menjadi pemain basket.
Kini, ia berusaha meraih prestasi akademik maupun non-akademik, seperti lomba basket dan OSN, sambil belajar menabung demi masa depan.
-
April, 30 2026
Campaign is published
