
Ahmad Qari Annor, siswa kelas 7A dengan hafalan 9 Juz, memilih belajar di Insan Cendekia Mandiri karena ingin sekolah di tempat yang bagus sekaligus melatih dirinya mandiri, jauh dari rumah. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara.
Sejak kecil, Qari sudah merasakan kehilangan besar: ayahnya yang bekerja sebagai pedagang kayu di Kalimantan telah berpulang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Kini, ibunya berjuang seorang diri sebagai ibu rumah tangga untuk merawat anak-anaknya.
Ketiadaan sosok ayah sebagai kepala keluarga adalah kesulitan terbesar yang Qari hadapi. Namun ia belajar untuk ikhlas, mensyukuri hidup, dan menjalaninya dengan penuh kesabaran.
Dari situlah ia tumbuh menjadi anak yang kuat, pantang menyerah, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Sejak TK hingga kini, prestasi demi prestasi ia raih, khususnya di bidang tahfidz, adzan, MTQ, dan tartil. Dengan hafalan 9 Juz yang terus ia tambah, Qari ingin mencapai cita-cita besarnya menjadi pengusaha sukses yang hafal 30 Juz Al-Qur’an.
Baginya, kesuksesan bukan hanya soal dunia, tapi bagaimana bisa membantu orang lain, membahagiakan keluarganya, dan menghadiahkan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya di akhirat.
![]()
Belum ada Fundraiser