
Ia pertama kali mengenal Yatim Mandiri dari orang tuanya, saat ada sanggar yang dibuka di rumah saudaranya. Dari sanalah ia ikut kegiatan hingga akhirnya disarankan melanjutkan sekolah di SMP ICMBS.
Di rumah, ia tinggal bersama ibu dan dua kakaknya. Kehidupannya penuh tantangan. Ia sering kesulitan saat belajar karena mudah mengantuk, baik di kelas maupun ketika menambah hafalan subuh.
Namun, ia tidak menyerah. Dengan usaha kecil tapi konsisten, seperti membawa botol minum, cuci muka, bahkan mandi sebelum subuh, ia berusaha melawan rasa kantuk agar tetap bisa belajar.
Sejak SD, ia sudah menunjukkan prestasi dengan meraih ranking 1 di kelas 5. Kini ia punya cita-cita besar: menjadi seorang hakim. Baginya, hakim adalah profesi mulia yang bisa menegakkan keadilan dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Meski jalannya penuh tantangan, semangatnya untuk belajar dan meraih cita-cita terus menyala. Dukungan dari Yatim Mandiri lewat beasiswa ICMBS menjadi pijakan penting bagi langkahnya menuju masa depan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik