
Hari Ini Fathir Butuh Kita untuk Wujudkan Cita-Citanya
Al Fathir, seorang anak yang tumbuh dalam perjuangan hidup bersama ibunya. Sejak kecil, ia harus berpindah-pindah tempat tinggal—dari Batam ke Palembang, lalu kembali lagi ke Batam. Hidupnya tak selalu mudah, terlebih setelah miskomunikasi dengan keluarga besar ayah membuat ia hanya bergantung pada ibunya.
Sang ibu adalah sosok pejuang sejati. Seorang diri, beliau bekerja di rumah orang sebagai asisten rumah tangga, sambil berjualan obat HNI demi mencukupi kebutuhan tiga anaknya. Saat liburan, Fathir kerap menemani ibunya bekerja. Kadang ia membantu membersihkan rumah orang, kadang mengantar pesanan obat. Dari situlah Fathir belajar arti kerja keras, kemandirian, dan kasih sayang tanpa batas dari seorang ibu.
Tahun 2022 menjadi titik balik hidupnya. Di Batam, ia mulai aktif di sanggar Yatim Mandiri. Dari sana, Fathir menemukan lingkungan baru yang mendukung semangat belajarnya. Ia pun tak pernah melewatkan kesempatan untuk berkembang, bahkan pernah mengikuti lomba di Ponpes Dafi. Bagi Fathir, setiap pengalaman adalah bekal berharga menuju masa depan.
Hari ini, cita-cita Fathir sederhana: ingin terus belajar, meraih prestasi, dan suatu saat membahagiakan ibunya yang telah berjuang tanpa lelah.
-
April, 28 2026
Campaign is published
