
Bragas mengenal Yatim Mandiri dari ibunya, yang mendapat informasi tentang beasiswa di ICMBS. Berkat dorongan itu, ia mendaftar SMP dan alhamdulillah diterima.
Kehidupan keluarganya sederhana. Mereka terdiri dari empat orang: ayah, ibu, kakak, dan dirinya. Meski kondisi keluarga baik-baik saja, ibunya harus bekerja keras sendirian tanpa banyak bantuan ayah.
Bragas pun berusaha meringankan beban keluarga dengan rajin belajar, menghafal Al-Qur’an hingga hafal 3 juz, serta membantu orang tua ketika pulang ke rumah.
Walaupun belum banyak menorehkan prestasi besar di luar sekolah, Bragas sudah membuktikan kesungguhannya dengan menjuarai lomba ICM Scout Competition saat peringatan 17 Agustus, meraih juara 1 dan 2. T
ekadnya jelas: ia ingin terus berprestasi dan memberi bukti bahwa usahanya tidak sia-sia.
Cita-cita Bragas sederhana namun mulia. Ia ingin menjadi masinis yang bijaksana, tangguh, dan amanah. Lebih dari itu, ia bermimpi membangun rumah kecil untuk orang-orang yang kurang mampu. Bagi Bragas, hidup bukan sekadar untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk memberi manfaat kepada sesama.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik