
Irsyad Tama Durrofiq, siswa kelas 7A dengan hafalan Juz 30 dan sedang proses menghafal Juz 1, tumbuh dalam keluarga sederhana yang penuh kebahagiaan.
Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Meski ibunya tidak bekerja, Irsyad selalu merasakan kasih sayang dan kehangatan keluarga yang membuatnya kuat menjalani hari-hari.
Namun di balik senyumnya, Irsyad menyimpan luka yang tidak banyak orang tahu.
Sejak duduk di bangku sekolah, ia kerap menjadi korban ejekan dan bully, baik dari kakak kelas maupun teman seangkatannya.
Setiap kata ejekan itu menyakitkan, tapi Irsyad memilih untuk diam, menahan perihnya sendiri, lalu membalasnya dengan doa. Ia yakin bahwa Allah selalu mendengar, dan dari situlah ia menemukan keteguhan hati.
Meski menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan, Irsyad justru menjawabnya dengan deretan prestasi.
Ia pernah meraih juara harapan 3 Paskibra se-Jawa Timur, juara 1 lomba adzan tingkat kecamatan, juara 2 MTQ tingkat kecamatan, juara 3 banjari tingkat kabupaten, hingga mewakili lomba renang tingkat provinsi.
Walau tidak selalu membawa pulang piala, semangat juangnya tidak pernah padam.
Irsyad menyimpan mimpi besar: menjadi seorang pengusaha sukses sekaligus penghafal Al-Qur’an.
Baginya, kesuksesan bukan hanya soal harta, tapi bagaimana ilmunya bermanfaat, usahanya membawa berkah, dan hafalan Qur’annya menjadi cahaya yang terus menuntun langkah hidupnya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik