
Muhammad Azmi Azzam, santri kelas 7A, kini sedang berjuang menghafal Juz 30. Perjalanannya menuju pesantren ICM penuh cerita. Awalnya, ia mencari-cari pondok yang tepat.
Hingga akhirnya, melalui tetangga yang anaknya juga masuk ICM, Azmi tertarik mendaftar. Bukan tanpa alasan, ia melihat bahwa ICM berbeda, lebih maju, dan terbukti banyak kakak kelasnya yang berhasil melanjutkan kuliah di universitas besar, seperti Universitas Surabaya.
Azmi berasal dari keluarga sederhana. Sejak ayah dan ibunya berpisah, ia tinggal bersama ibunya yang berjualan bersama kakaknya.
Hidup tidak selalu mudah. Sejak kecil, Azmi sering merasakan kesepian karena ditinggal sendirian di rumah saat ibunya mencari nafkah. Ayahnya pun sakit-sakitan, dan pertengkaran di rumah menjadi hal yang sering ia saksikan. Namun, semua itu tidak membuat Azmi menyerah.
Azmi punya cita-cita besar: kelak ingin menjadi seorang direktur yang bisa membantu masyarakat, mendapatkan penghasilan yang cukup, lalu membagikannya kepada anak yatim.
Hobinya bermain bola, namun kini fokus utamanya adalah menyelesaikan hafalan Qur’an.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik