
Bantu Zidan Bangun Masa Depan Cerah dan Membanggakan Keluarga
M. Zidan Abigiael pertama kali mengenal Yatim Mandiri melalui guru lesnya di Sanggar Genius. Dari tempat belajar sederhana itu, ia bukan hanya mendapat ilmu tambahan, tetapi juga jalan menuju masa depan.
Saat tiba waktunya menentukan SMP, Zidan sempat bingung. Beruntung, gurunya mengenalkan ICMBS. Ia pun mendaftar, menunggu penuh harap sambil menyiapkan sekolah cadangan. Hingga akhirnya kabar baik datang—Zidan diterima di ICM, tanpa harus mencari sekolah lain.
Zidan hidup bersama ibu, nenek, serta dua adik laki-laki. Kehilangan ayah sejak kecil menjadi luka terdalam yang membentuknya.
Namun, berkat kerja keras ibu yang tak pernah menyerah, keluarga mereka bisa tetap bertahan. Sang nenek yang sudah berusia lanjut pun masih sehat, menjadi penyemangat dalam rumah sederhana itu.
Bagi Zidan, perjuangan terbesar bukan hanya soal ekonomi, melainkan melawan diri sendiri.
Ia terus berusaha konsisten bangun setiap pagi untuk sholat tahajud, melatih disiplin dan tekad dalam kesehariannya. Dari situ, ia belajar arti tanggung jawab.
Prestasi pun mulai ia raih. Salah satunya saat ia berhasil menjadi juara 1 lomba lempar karet di ICM. Meski sederhana, kemenangan itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil bisa membawanya mendekat ke cita-cita besar.
Zidan bercita-cita menjadi seorang manager di perusahaan besar. Ia ingin membanggakan ibu dan keluarganya, serta membuktikan bahwa seorang anak yatim bisa berdiri tegak dan meraih mimpi.
-
April, 30 2026
Campaign is published
