
Mukti Yanuar adalah anak tunggal yang sejak kecil harus menanggung banyak ujian hidup. Saat ia duduk di bangku kelas 4 SD, ayahnya wafat.
Sementara itu, sang ibu sudah sejak ia kelas 1 SD bekerja jauh di Taiwan sebagai TKW, demi memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan putranya. Hingga kini, ibunya belum bisa pulang karena masih berjuang mencari nafkah.
Masa kecil Mukti penuh kesulitan. Ekonomi keluarga yang terpuruk membuat mereka kerap ditipu orang hingga terjerat hutang. Namun dari semua itu, Mukti belajar untuk sabar, ikhlas, dan tawadhu dalam menghadapi cobaan.
Ia mengenal Yatim Mandiri ketika duduk di kelas 5 SD melalui sekolahnya. Awalnya, Mukti merasa ragu. Namun atas keputusan ibunya, ia bergabung.
Setahun kemudian, ketika kelas 6, seorang kakak dari Yatim Mandiri menawarkan kesempatan untuk bersekolah di ICMBS.
Walau sempat ingin sekolah di tempat lain, lagi-lagi Mukti mengikuti keputusan ibunya—dan kini ia bersyukur karena bisa menuntut ilmu di sekolah beasiswa tersebut.
Di tengah perjalanan pendidikannya, Mukti menunjukkan bakat dan prestasi di bidang Pramuka. Ia pernah meraih Juara PBB Putra, Juara 2 Mini Pionering, Juara 3 Patnol, Juara Harapan Estafet, hingga Juara 1 SMS Putra.
Mukti menyimpan cita-cita besar: menjadi perwira TNI AL. Ia ingin mengabdi kepada bangsa sekaligus membanggakan ibunya yang sudah banyak berkorban demi masa depannya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik