
Namanya Rais Alim anak bungsu dari tiga bersaudara.
Kehilangan ayah kandung karena gagal ginjal menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Kesedihan makin bertambah ketika rumah keluarga dijual oleh nenek tanpa seizin ibunya, sehingga mereka sempat kebingungan harus tinggal di mana.
Akhirnya, Rais dan keluarganya menetap di rumah nenek dari pihak ibu.
Di tengah keterbatasan itu, sang ibu berjuang sekuat tenaga membesarkan anak-anaknya. Bagi Rais, ibunya adalah guru sekaligus teladan terbaik dalam hidup.
Dikenal sebagai anak yang paling aktif di keluarga, Rais selalu berusaha memberikan semangat bagi lingkungannya.
Perjalanan pendidikan Rais mendapat jalan terang ketika kakaknya mendaftarkan dirinya ke ICMBS melalui kantor cabang.
Alhamdulillah, Rais diterima dan bisa bersekolah tanpa terlalu membebani ibunya. Baginya, ICMBS bukan hanya sekolah, tetapi juga pintu harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Rais ingin membuktikan bahwa meski pernah kehilangan, masa depan tetap bisa diraih dengan doa, usaha, dan dukungan orang-orang baik.
![]()
Belum ada Fundraiser