
Kehilangan Ayah Tak Hentikan Semangat Shihab untuk Jadi Tentara Pelindung Bangsa!
Shihab Fatin Abdillah adalah anak yang cerdas, sopan, dan penuh semangat belajar. Ia mengenal ICMBS dari saudara tetangga dan langsung tertarik karena tempatnya bagus, kegiatan belajarnya seru, dan lingkungannya membuatnya bisa menambah ilmu serta teman baru dari berbagai daerah.
Ibunya mendukung penuh keputusannya, karena ia percaya bahwa ridho Allah ada pada ridho orang tua.
Shihab tinggal bersama ibu, nenek, kakak, dan adiknya. Kehidupan mereka sederhana — ibunya berjualan jajanan dibantu sang nenek.
Kakaknya pun sedang menuntut ilmu di pesantren, sementara adiknya masih belajar di rumah. Dalam kesederhanaan itu, Shihab tumbuh menjadi anak yang mandiri dan penuh rasa syukur.
Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Suatu hari, ia kehilangan uang tabungannya sebesar Rp20.000 — hasil menabung selama empat hari.
Meski kecewa, Shihab belajar makna ikhlas dan pantang menyerah. “Kalau hilang, berarti harus menabung lagi dari awal,” ujarnya dengan senyum kecil.
Kesedihan yang paling mendalam datang ketika ayahnya meninggal dunia. Saat itu, dunia seolah berhenti sejenak bagi Shihab.
Rasa kehilangan yang besar itu ia ubah menjadi semangat untuk terus berdoa, belajar, dan menjadi anak yang bisa membanggakan almarhum ayahnya.
Pernah suatu kali, ia ikut lomba drum band saat masih kelas 1. Meski tak tahu menang atau tidak, momen itu membuatnya percaya diri tampil di depan banyak orang.
Kini, Shihab punya cita-cita besar menjadi seorang tentara. Ia ingin melindungi keluarga dan menjaga Indonesia dari segala bentuk kejahatan.
Dengan tekad dan semangat yang ia miliki, Shihab terus melangkah menuju masa depan yang ia impikan, meski harus melewati banyak rintangan.
-
May, 2 2026
Campaign is published
