
Sultan Dzaka Alkautsar adalah seorang remaja penuh semangat yang tumbuh dalam kesederhanaan dan perjuangan.
Ia mengenal ICM dari saudaranya dan memutuskan untuk bersekolah di sana demi mendalami ilmu agama, belajar hidup mandiri, serta menambah wawasan dari teman-teman berbagai daerah.
Sultan tinggal bersama ibu dan kakaknya. Ibunya bekerja sebagai perias manten sekaligus artis, sementara kakaknya menjadi asisten rumah tangga.
Kehidupan mereka tidak mudah—terkadang pekerjaan ibu sepi hingga tiga minggu lamanya, membuat mereka harus berhemat dan menahan keinginan.
Namun, semangat dan doa ibu selalu menjadi kekuatan bagi Sultan untuk terus belajar dan berprestasi.
Kakaknya pun turut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja serabutan, sedangkan Sultan fokus pada sekolah dan berbagai kegiatan positif.
Ketekunan itu membuahkan hasil: ia berhasil meraih sejumlah prestasi di bidang olahraga dan pidato.
Beberapa di antaranya adalah juara 3 sepak bola antar klub, juara harapan 1 antar kabupaten, juara harapan 2 antar provinsi, juara harapan 1 futsal antar sekolah, dan juara 2 lomba pidato/pildacil.
Di balik semua itu, Sultan menyimpan cita-cita besar menjadi Perwira TNI Angkatan Laut.
Ia ingin melanjutkan jejak ayah dan kakeknya yang juga seorang TNI. Baginya, menjadi prajurit bukan hanya impian, melainkan bentuk bakti kepada bangsa dan wujud cinta kepada ibu yang telah berjuang tanpa lelah.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik