Fattah, anak ke-3 dari 4 bersaudara asal Lamongan, tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya sudah tiada, namun doa selalu ia kirimkan sebagai bentuk cinta. Ibunya berjualan tembakau untuk menghidupi keluarga. Fattah tetap berprestasi mulai dari juara lomba adzan, MHQ, qira’a hingga puisi. Dengan hafalan 3 juz, ia bercita-cita menjadi arsitek, agar bisa membahagiakan ibunya dan suatu hari nanti mengumrohkan keluarganya.