Agha Rayyan Abyan adalah anak yatim kelas 7A yang sedang berjuang menghafalkan Al-Qur’an. Pertama kali ia mengenal ICM/YM dari abangnya, dan dengan restu sang ibu ia memutuskan untuk mondok.
Bagi Agha, belajar di ICM bukan sekadar sekolah, tapi jalan untuk menuntut ilmu yang bisa ia pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Di rumah, Agha adalah anak yang ringan tangan. Ia selalu membantu ibunya yang bekerja menjual snack mini.
Meski sering dimarahi, Agha menyadari bahwa itu adalah bentuk kasih sayang ibu agar ia tumbuh lebih disiplin. Abangnya pun ikut membantu, bahkan sambil kuliah tetap setia mendampingi keluarga kecil mereka.
Agha pernah merasakan manisnya prestasi—baik dari lomba bahasa Inggris, sholat, hingga adzan.
Bahkan, ia pernah mendapat hadiah uang tunai dari bermain handphone. Namun, pengalaman itu juga memberinya pelajaran berharga tentang bagaimana mengelola uang agar tidak boros.
Dari situlah ia belajar untuk tidak menyerah dan terus berusaha memperbaiki diri.
Kini, Agha sedang berproses menghafalkan 30 juz Al-Qur’an. Dengan cita-cita mulia itu, ia berharap bisa membanggakan ibu yang selama ini berjuang seorang diri, serta membawa manfaat untuk orang lain melalui ilmu dan hafalannya.