
Ahmad Satria Wibawa anak yatim yang bercita-cita menjadi sukses
Ahmad Satria Wibawa tumbuh dengan semangat besar meski sejak kecil harus menghadapi kenyataan pahit.
Ayahnya meninggal ketika ia baru berusia 3–4 tahun, meninggalkan ibu sebagai satu-satunya penopang hidup bagi dirinya dan kakaknya. Sejak itu, sang ibu berjuang seorang diri menghidupi keluarga kecil mereka.
Perkenalannya dengan Yatim Mandiri berawal karena keluarganya sudah lama menjadi donatur. Dari situlah, Satria semakin dekat hingga akhirnya mengenal ICMBS lewat cerita seorang teman.
Ia pun tertarik, sebab sekolah ini tidak hanya memiliki fasilitas lengkap dan lingkungan yang baik, tetapi juga memberi beasiswa bagi anak yatim—sebuah kesempatan emas yang bisa meringankan beban ekonomi keluarga.
Sebelum masuk ICMBS, Satria pernah meraih prestasi di SD, di antaranya juara 1 lomba pantomim dan juara 2 futsal. Pengalaman itu menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus motivasi baginya untuk terus mengembangkan potensi.
Kini, di ICMBS, Satria bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia ingin terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama keluarga, terutama ibunya yang telah berjuang tanpa kenal lelah.
-
May, 2 2026
Campaign is published
